PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN DESA BERKONSEP WISATA HALAL MELALUI DINAMIKA MODAL SOSIAL SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM MASYARAKAT

Main Article Content

farhan abdillah

Abstract

Penelitian ini dilatari konteks ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Telaga biru di Kabupaten Bangkalan Pengembangan desa wisata halal yang biasa dikunjungi tiap hari oleh banyak orang yg bertempatan didesa tersebut dan sekitarnya bukan cuma hanya penduduk desa tersebut yg berkunjung juga banyak wisatawan yang dari luar karena Wisata Pantai biru ini sudah terkenal dimana-mana. Melihat potensi besar yang dimiliki oleh Desa Telaga biru, Mempelopori dengan memanfaatkan modal sosial yang ada pada masyarakat Desa Telaga biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dinamika modal sosial sebagai bentuk perlindungan hukum masyarakat dalam memberdayakan/mengembangkan desa berkonsep wisata halal masyarakat dan dampak yang dirasakan bagi masyarakat Desa Telaga biru.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang kuat yang dimiliki oleh masyarakat Desa Telaga biru mampu mengatasi permasalahan yang terjadi.Berhasilnya pemberdayaan yang terjadi di Desa Telaga biru menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dikemas menjadi Desa Wisata Halal. Keberhasilan Pantai biru di Desa Telaga biru dalam memberdayakan masyarakatnya, melalui sejumlah dinamika modal sosial.Modal sosial yang ditemui tersebut berupa Jaringan sosial, Reciprocity, Trust, Norma Sosial, Nilai-Nilai, Dan Tindakan yang proaktif.

Article Details

Section
Articles

References

Agustin, I. (2020). Strategi Pengembangan Desa Wisata Melalui Model Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. IAIN Purwokerto.
Ahyak. (2018). Strategi Pengelolaan Pariwisata Halal Kota Surabaya. UIN Surabaya.
Andriani, D. (2015). Pengembangan Wisata Syari’ah. Kementerian Pariwisata RI.
Ruminda. (2019). Pengembangan Muslim Friendly Tourism Dalam Konsep Pariwisata Budaya Di Pulau Dewata. Uin Sunan Gunung Djati Bandung.
Santoso, T. (n.d.). Memahami Modal Sosial.
Suharto, E. (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. PT. Refika Aditama.
Surur, F. (2020). Wisata Halal Konsep dan Aplikasi. Alauddin University Press.
Syahyuti. (2008). Peran Modal Sosial (Social Capital) dalam Perdagangan Hasil Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, Volume 26.
Vidya, U. Y. (2020). Dinamika Modal Sosial Dalam Pemberdayaan Mayarakat Pada Desa Wisata Halal Setanggor:Kepercayaan, Jaringan, Sosial, Dan Norma. Jurnal Reformasi, Vol.10. No.
Vipriyanti, N. (2007). Analisis Keterkaitan Modal Sosial dan Pembangunan Ekonomi Wilayah: Studi Kasus di Empat Kabupaten di Bali (draf disertasi). Universitas Negeri Makassar.
Widagdyo, K. G. (2015). Analisis Pasar Pariwisata Halal Indonesia. Journal Of Islamic Banking And Economics, 1, No.
Winarni, I. (2011). Keterkaitan Antara Modal Sosial dengan Produktivitas pada Sentra Bawang Merah di Kecamatan Pangelangan Kabupaten Bandung. Universitas Indonesia Salemba.
Yustika, A. E. (n.d.). Ekonomi Kelembagaan, Definisi, Teori dan Strategi. Banyumedia Publishing.