IMPLEMENTASI SIGHAT AKAD ARIYAH PADA AKAD QARDH DI BANGKALAN MADURA

Main Article Content

Dinda Dwi Ameliya

Abstract

Pelaksanaan hutang piutang masyarakat Madura khususnya daerah Bangkalan menggunakan kata ariyah (ngenjhem) sedangkan dalam bahasa madura sendiri kata hutang itu (otang). Berdasarkan latar belakang penulis tertarik untuk meneliti perbedaan yang signifikan terhadap akad pinjam dan akad hutang serta  keabsahan akad. Pinjam meminjam yaitu memberikan sesuatu yang halal kepada orang lain untuk diambil manfaatnya dengan tidak merusak zat nya dan akan mengembalikan barang yang sudah dipinjamnya tadi dalam keadaan utuh dan tidak berubah baik segi bentuk dan lainya. Sedangkan Qardh atau  hutang itu tamlikul mal yaitu memberikan hak milik benda atau  harta dengan system mengembalikan dengan yang sepadan artinya yang dihutangi menerima hak milik dan yang menghutangi menyerahkan hak milik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research. Penelitian ini mendapatkan temuan, yaitu lafadz yang diucapkan ketika bertransaksi harus sesuai dengan yang dilakukan. Namun ketika kedua belah pihak mempunyai maksud yang sama dan pada implementasi yang dilakukan adalah akad hutang walaupun akad pinjam maka hukumnya sah. Madzhab Hambali berpegang teguh pada tujuan daripada tekstual dalam suatu akad.

Article Details

Section
Articles

References

Amelia Andriyani, Skripsi: “ Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Hutang Piutang Bersyarat”(Lampung: Uin Raden Intan Lampung,2017), Hal 3
Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010), h. 91
Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Syariah: Produk-produk dan Aspekaspek Hukumnya, Jakarta: Kencana, Ed. Pertama, 2014, hlm. 342.
Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, Cet. 4, 2012, hlm. 46.
Kusumastuti Adi dan Ahmad Mustamil Khoiron, 2019. Metode Penelitian Kualitatif . Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo, Semarang. Hal 19
Arikunto, S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik . (Yogyakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm. 60
Hasil Wawancara dengan pimpinan BMT Nusantara pada tanggal 18 Oktober 2021
Hasil Wawancara dengan Ibu Hafidza selaku perwakilan Kemenag Bangkalan pada tanggal 26 Otober 2021
Hasil Wawancara dengan Ibu Cindy selaku nasabah Pegadaian Syariah Bangkalan 27Oktober 2021
Hasil Wawancara dengan Bapak Wawan selaku nasabah BSI Bangkalan pada tanggal 20 Oktober 2021
Hasil Wawancara dengan ust.Abdus Somat ulama Bangkalan pada tanggal 08 Oktober 2021
Hasil Wawancara dengan ust Imam ulama Bangkalan pada tanggal 11 Oktober 2021
QS. An-Nisaa’/4: 58
Hasil Wawancara dengan Ibu Romania selaku pimpinan BMT NU pada tanggal 19 Oktober 2021
Rasjid, Sulaiman, fiqh islam, bandung, sinar barualgensindo, hlm 323
Hasil Wawancara dengan Bapak Sulaiman selaku Pimpinan BSI Bangkalan pada tanggal 15 Oktober 2021
Hasil Wawancara dengan Bapak Abdul Haq selaku Ulama Bangkalan pada tanggal 23 Oktober 2021
Hasil Wawancara dengan Bapak Imam selaku Ahli bahasa pada tanggal 11 Oktober 2021
Hasil Wawancara dengan Bapak Rozi selaku Pimpinan BPRS SPM Bangkalan pada tanggal 21 Oktober 2021