Insān al-Muttaqīn: a Qur’anic Character Model From the Perspective of QS. [3]: 133–136 and Perma Martin Seligman
Abstract
Human life in the era of globalization faces serious challenges in the form of a moral crisis and a loss of values, particularly among the younger generation. This phenomenon highlights the urgency of formulating an ideal character model that is not only normative but also psychologically and contextually relevant. This study aims to reconceptualize the character of Insān al-Muttaqīn through the integration of Qur’anic values in QS. [3]: 133-136 with the PERMA framework of positive psychology developed by Martin Seligman. This research employs a qualitative approach with a library-based research design utilizing conceptual-integrative analysis. Primary data were obtained from the exegesis al-Munīr by Wahbah al-Zuhaili and al-Mishbāḥ by M. Quraish Shihab, as well as positive psychology literature, which were then analyzed using content analysis, thematic coding, and integrative analysis techniques. The results indicate that QS. [3]: 133-136 presents a character model that integrates normative and psychological dimensions, encompassing spiritual orientation (taqwa and maghfirah), emotional regulation (restraining anger, forgiving), moral consciousness (taubat), and social commitment (giving charity and practicing ihsan). Integration with the PERMA model reveals that Qur’anic values are not only consistent with but also transcend the concept of flourishing in positive psychology by adding more comprehensive moral, spiritual, and eschatological dimensions. Unlike PERMA, which focuses on subjective well-being, the Qur’an offers a framework of well-being that is transcendent in nature and oriented toward a balance between this world and the hereafter. Based on these findings, this study formulates a conceptual model titled “Insān Muttaqīn Flourishing,” which consists of four main dimensions: spiritual, psychological, social, and self-actualization. This model emphasizes that ideal character is determined not only by positive emotions and achievements but also by spiritual depth, self-regulation, the quality of social relationships, and a meaningful life orientation. Thus, this study makes a theoretical contribution by developing a character model based on the critical integration of divine revelation and modern psychology, while also offering a more holistic well-being paradigm to address the challenges of contemporary life. Kehidupan manusia di era globalisasi menghadapi tantangan serius berupa krisis moral dan hilangnya nilai-nilai, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini menyoroti urgensi merumuskan model karakter ideal yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga relevan secara psikologis dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk merekonseptualisasi karakter Insān al-Muttaqīn melalui integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam QS. [3]: 133-136 dengan kerangka kerja PERMA dalam psikologi positif yang dikembangkan oleh Martin Seligman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian berbasis pustaka yang memanfaatkan analisis konseptual-integratif. Data primer diperoleh dari tafsir al-Munīr karya Wahbah al-Zuhaili dan al-Mishbāḥ karya M. Quraish Shihab, serta literatur psikologi positif, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi, pengkodean tematik, dan analisis integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. [3]: 133-136 menyajikan model karakter yang mengintegrasikan dimensi normatif dan psikologis, yang mencakup orientasi spiritual (takwa dan maghfirah), regulasi emosi (menahan amarah, memaafkan), kesadaran moral (taubat), dan komitmen sosial (berzakat dan berihsan). Integrasi dengan model PERMA menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya konsisten, tetapi juga melampaui konsep “flourishing” dalam psikologi positif dengan menambahkan dimensi moral, spiritual, dan eskatologis yang lebih komprehensif. Berbeda dengan PERMA yang berfokus pada kesejahteraan subjektif, Al-Qur’an menawarkan kerangka kerja kesejahteraan yang bersifat transenden dan berorientasi pada keseimbangan antara dunia dan akhirat. Berdasarkan temuan-temuan ini, penelitian ini merumuskan model konseptual berjudul “Insān Muttaqīn Flourishing,” yang terdiri dari empat dimensi utama: spiritual, psikologis, sosial, dan aktualisasi diri. Model ini menekankan bahwa karakter ideal tidak hanya ditentukan oleh emosi positif dan pencapaian, tetapi juga oleh kedalaman spiritual, pengaturan diri, kualitas hubungan sosial, dan orientasi hidup yang bermakna. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan model karakter yang didasarkan pada integrasi kritis antara wahyu ilahi dan psikologi modern, sekaligus menawarkan paradigma kesejahteraan yang lebih holistik untuk menghadapi tantangan kehidupan kontemporer.References
Adrian Saputra, Arif Hidayat, & Herlini Puspika Sari. (2025). Back to the Great Ideas: Perennialisme sebagai Solusi Krisis Moral di Dunia Pendidikan. Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 58–67. https://doi.org/10.35905/dialektika.v4i1.15470
Akbar, M. N., Murdiana, L., Daini, R., Eliana, D., Zuhra, Z., Safarina, N. A., & Safitri, Y. N. (2025). Analisis Konsep Flow pada Mahasiswa yang Mengikuti Organisasi UKM di Universitas Malikussaleh. Jurnal Penelitian Mahasiswa Pariwisata, 3(1), 287–294.
Al-Zuhaili, W. (2013). Tafsīr al-Munīr fī al-‘Aqīdah wa al-Syarī‘ah wa al-Manhaj (2nd ed.). Gema Insani.
Anandari, A. A. (2025). PERLINDUNGAN PENGUNGSI ETNIS ROHINGYA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF POLITIK ISLAM. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 21(01), 95–124. https://doi.org/10.14421/rejusta.v21i01.5759
Astuti, L., & Bashori, B. (2025). Kajian Semantik Tawakkal dalam Al-Qur’an: Relevansinya terhadap Konsep Coping dan Psikologi Resiliensi. Fathir: Jurnal Studi Islam, 2(2), 308–323. https://doi.org/10.71153/fathir.v2i2.283
Fatima, F. H., Putra, A. M. A., & Makassar, U. N. (2025). Krisis Moral Remaja. 1(1), 37–52.
Fikri, M. M., Muntaqim, A., Anshory, A., Marjuki, I., & Ananda, R. H. (2024). Authentic Happiness in Raissa Almira’S Romance Poetry: a Positive Psychology Study Martin Seligman’S Perspective Authentic Happiness Dalam Puisi Romansa Raissa Almira : Kajian Psikologi Positif Perspektif Martin Seligman. Jurnal Kata : Penelitian Tentang Ilmu Bahasa Dan Sastra, 8(1), 189–202. https://doi.org/10.22216/kata.v8i1.2934
Filah, N., Aspandi, Iffan Ahmad Gufron, & Suadi Sa’ad. (2025). Systematic Literature Review: Pengaruh Spiritualitas Islam dalam Mengatasi Gejala Gamophobia Pada Generasi Muda Muslim Indonesia. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(1), 428–435. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i1.1052
Hadziq, A., Kusumaputri, E. S., & Bulut, S. (2025). The role of self-determination in mediating between insan kamil-based religious internalization and the psychological happiness of santri-background students. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 311–330. https://doi.org/https://doi.org/10.21580/pjpp.v10i2.25414
Hafid, A. H., Hafid, A. H., AbuBakar, A., & Irham, M. (2025). Hak Milik dan Tanggung Jawab Sosial (Studi Tafsir Al-Quran). AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi, 17(1), 412–434. https://doi.org/10.30863/aliqtishad.v17i1.9094
Hamjah, S. H., & Juli, S. (2025). Sorotan Karya Bersistematik Penggunaan Konsep Tawakal Dalam Kaunseling Islam Untuk Menangani Kebimbangan ( Anxiety ) dan Kemurungan ( Depression ). 17(1), 130–154.
Hasan, N., Mufid, M., Noor, N. M., Rais, H., & Ali, Z. Z. (2026). Adaptive Discretion in Child Marriage Prevention: Street-Level Bureaucracy in Indonesia’s Islamic Marriage Administration. Journal of Islamic Law, 7(1), 142–167. https://doi.org/10.24260/jil.v7i1.5265
Heriah Fitria, & Alwizar. (2025). Kajian Pustaka tentang Isi dan Fungsi Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup Umat Islam. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 1163–1172. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1240
Hirlan, H., & Mukminah, M. (2026). Pergeseran Nilai Edukasi dalam Tradisi Nyongkolan: Antara Ekspresi Budaya dan Komodifikasi Konten Digital. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 5588–5597. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6793
Imasakin, U. (2026). Depresi Dan Solusi Dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Analisis Ayat-Ayat Psikologi). Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(1), 247–273. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i1.402
Mariana, S., Alfirdaus, M. R., Sajida, A., & Suwandi. (2026). Regulasi emosi telah menjadi isu krusial dalam kehidupan manusia modern, terutama di tengah meningkatnya tekanan psikologis dan ketidakseimbangan antara dimensi spiritual dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep regulasi emosi dalam A. Qurrata: Penelitian Dan Tafsir Al-Qur’an, 3(1), 1–18. https://jurnal.alhikmah.ac.id/index.php/qurrata/article/view/594%0A
Mohammed Zabidi, A. F., Jumat, N. H. B., & Majid, L. B. A. (2026). Al-Futūr al-Rūḥī in the Qurʾān: A Semantic-Field Model of Spiritual Weakening. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 27(1), 327–350. https://doi.org/10.14421/qh.v27i1.6893
Nainggolan, A. M., Keryapi, D. S., & Langga, M. (2025). Ibadah bagi Pembentukan Spiritualitas. Jurnal Misioner, 5(1), 63–90. https://doi.org/10.51770/jm.v5i1.223
Nurlaila, S., & Alif, M. (2025). Emotions In The Qur’an: A Thematic Study of Verses on Self-Control. Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(2), 281–300. https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v5i2.242
Nurusshobah, & Akhmad Aidil Fitra. (2025). Kesehatan Mental dan Spiritualitas: Bagaimana Konsep Al-Qur’an Menghadapi Krisis Psikologis Era Kontemporer? Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 4(1), 115–130. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v4i1.281
Peterson, C., & Seligman, M. (2004). Character Strengths and Virtues: A Handbook and Classification. Oxford University Press.
Rahmah, I. M., & Sunhaji. (2025). MEMBANGUN KESALEHAN SOSIAL DALAM INTEGRASI PAI DAN REALITA SOSIAL. PENDAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 2(10), 300–316. https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.28145
Rawzalgina, A. A., & Hadi, R. S. (2025). Psikologi Perubahan dalam Persfektif Al- Qur’an: Perilaku Manusia, Taubat, dan Transformasi Diri. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 373–385.
Seligman, M. (2002). Authentic Happiness: Using the New Positive Psychology to Realize Your Potential for Lasting Fulfillment. Free Press.
Shihab, M. Q. (2002). afsir al-Mishbāh: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Lentera Hati.
Sunki Mahmud Sulthon, & Syamsurizal Yazid. (2025). Shalat Dan Keteguhan Jiwa (Kajian Psikologis). Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 43–50. https://doi.org/10.59829/c67gav08
Wirani, Z., & Ramli, Z. A. (2025). Kebahagiaan dalam Perspektif Filsafat dan Psikologi Positif: Tinjauan Teoretis dan Kontekstual di Indonesia. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, Volume 31(2), 45–53. https://doi.org/10.33503/paradigma.v31i2.1760
Copyright (c) 2026 Muhamad Ifan, Muhammad Taufiq

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
