Operationalizing Hadith in Digital Ta’aruf: A Living Hadith Study of TikTok @taarufmenikah

  • Muhammad Asgar Muzakki Institut Daarul Qur’an Jakarta
Keywords: digital ta’aruf; algorithmic authority; online matchmaking

Abstract

This study examines the function of hadith in digital ta’aruf practices facilitated by the TikTok account @taarufmenikah. Using a living hadith approach, the research analyzes 36 TikTok posts containing hadith or Qur’anic references and is supported by interviews with practitioners of online and offline ta’aruf conducted through snowball sampling. The findings indicate that the cited texts originate from authoritative sources with acceptable levels of authenticity but are presented in simplified and decontextualized forms adapted to TikTok’s short-video format. In this context, hadith functions as normative legitimization, motivational encouragement, pragmatic guidance, and interpretive simplification, while its authority is shaped less by traditional religious figures and more by platform visibility and repetition, reflecting a form of algorithmic authority. The study concludes that digital ta’aruf reshapes the relationship between religious texts, authority, and user practices, illustrating a contemporary form of living hadith in social media spaces. Penelitian ini mengkaji fungsi hadis dalam praktik ta’aruf digital yang difasilitasi oleh akun TikTok @taarufmenikah. Dengan menggunakan pendekatan living hadis, penelitian ini menganalisis 36 unggahan TikTok yang memuat kutipan hadis atau ayat Al-Qur’an serta didukung oleh wawancara dengan praktisi ta’aruf daring dan luring yang dikumpulkan melalui teknik snowball sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teks-teks yang dikutip berasal dari sumber otoritatif dengan tingkat kesahihan yang dapat diterima, namun disajikan dalam bentuk yang disederhanakan dan terlepas dari konteks klasik agar sesuai dengan format video singkat TikTok. Dalam konteks ini, hadis berfungsi sebagai legitimasi normatif, penguatan motivasi, panduan pragmatis, dan penyederhanaan makna, sementara otoritasnya dibentuk tidak lagi oleh figur keagamaan tradisional, melainkan oleh visibilitas dan repetisi platform, yang mencerminkan bentuk algorithmic authority. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik ta’aruf digital membentuk ulang relasi antara teks keagamaan, otoritas, dan praktik pengguna, serta merepresentasikan bentuk living hadis kontemporer di ruang media sosial.

References

Ahmad Ubaydi Hasbillah. (2019). Ilmu Living Qur'an-Hadist. Maktabah Darus-Sunnah.

Al-Baihaqi, A. B. (2003). As-Sunan Al-Kubra (3 ed.). Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Bukhari, M. bin I. (1997). Sahih Bukhari. Ministry of Islamic Affairs, Dawah, and Guidance.

An-Nasa’i, A. A. (2001). Sunan Al-Kubra. Ar-Risalah.

At-Tirmizi, A. ’Isa. (2000). Sunan Tirmizi. Dar al-Ta’shil.

Hakim, R. M. (2014). Konsep Felix Siauw Tentang Ta’aruf Antara Calon Mempelai Pria dan Wanita. Al-Ahwal: Jurnal Hukum dan Keluarga Islam, 7(1), 69–84.

Hildawati, & Lestari, A. (2019). Ta’aruf Online dan Offline: Menjemput Jodoh Menuju Pernikahan. EMIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial, 2(2), 128–148.

Ishak Tri Nugroho. (2021). Agency in the online matchmaking platform: Study of Rumah Taaruf myQuran and Mawaddah Indonesia. Al-Ahwal: Jurnal Hukum dan Keluarga Islam, 14(2), 200–213.

Jayadimuda, Y. A. (2024). Fenomena Pernikahan Massal Oleh Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) di Yogyakarta [Tesis]. UIN Sunan Kalijaga.

Kamaluddin, A. (2022). Konstruk Makna Ta’aruf dalam Al-Qur’an: Upaya Membangun Harmonisasi Kehidupan Sosial. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 7(2), 12–22.

Kurnia, A., Permana, M. Z., & Taufiq, R. (2021). Pengalaman Kepuasan Pernikahan Wanita yang Menikah dengan Cara Ta’aruf. Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah, 4(2), 204–231.

Kusumawati, J., & Sitika, A. J. (2024). Pemanfaatan Aplikasi TikTok Sebagai Media Dakwah Bagi Generasi Z. Jurnal Al-Ulum, 11(2), 271–283.

Lustig, C., Pine, K., Nardi, B., & Irani, L. (2016). Algorithmic Authority: The Ethics, Politics, and Economics of Algorithms that Interpret, Decide, and Manage. CHI EA ’16: Proceedings of the 2016 CHI Conference Extended Abstracts on Human Factors in Computing Syste, 1057–1062.

Mas’udah, H. Z., & Yoenanto, N. H. (2023). Penyesuaian Perkawinan Pada Periode Awal Pernikahan Pasangan yang Menikah Melalui Proses Ta’aruf. SIKONTAN: Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan, 2(1), 87–96.

Maulana, M. I. (2025). Muzz Sebagai Sarana Membangun Ta’aruf di Era Digital Perspektif Etnografi Digital [Tesis]. UIN Maulana Malik Ibrahim.

Maymun, M. (2025). Praktik Perjodohan di Yayasan Rumaysho Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta [Tesis]. UIN Sunan Kalijaga.

Muslim bin al-Hajjaj. (2006). S{ah}ih} Muslim. Dar Thayyiba.

Muttaqin, H. (2024). Pergeseran Otoritas Keagamaan di Ruang Publik Virtual X (Twitter). The Sociology of Islam, 7(1), 15–44.

Rakhmawati, F. Y. (2013). Self Disclosure dalam Taaruf Pranikah Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 11–21.

Rosita, K., & Indriana, Y. (2014). Pengalaman Subjektif Istri yang Menikah dengan Proses Ta’aruf. Junral EMPATI, 3(4), 311–323.

Saifuddin Zuhri Qudsy. (2016). Living Hadis: Genealogi, Teori dan Aplikasi. Jurnal Living Hadis, 1(1), 177–196.

Samhati, S. (2020). Komunikasi Antar Pribadi Murabbi dalam Proses Ta’aruf Pada Lembaga Darul Fattah Bandar Lampung. KOMUNIKA, 3(2), 102–111.

Sulfinadia, H., Roszi, J. P., Puspita, M., Fadli, A., & Fadli, A. (2025). The Phenomenon Marriage is Scary: Causal Factors and Efforts Faced by Muslim Communities in Indonesia. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(1), 355–377.

Supratman, L. P., & Mardianti, P. (2016). The Interpersonal Communication Of Spouse Through Taaruf Online Dating. Jurnal Penelitian Komunikasi, 19(2).

Surur, N., Sari, I. P., & Nirwana, M. A. (2024). Proses Perjodohan Syariah di Kantor Biro Taaruf Syar’i Kabupaten Sukoharjo Menggunakan Analisa Teori Forum Shopping dan Gender Diversity. Asy-Syari’ah: Jurnal Hukum Islam, 10(1), 135–150.

Syifa, D. (2025). Ta’aruf Dalam Perkawinan Islam Perspektif Fiqh Aulawiyyat Yusuf Qaradhawi (Studi Komparatif Taaruf Online Hijrataaruf Dan Taaruf Semionline Kelasjodohsfk) [Tesis]. UIN KH Abdurrahman Wahid.

Published
2025-12-28
Section
Articles