Cultivating Islamic Environmental Consciousness: The Case of Al Muharram Eco Mosque in Yogyakarta

  • Fatma Nuraini Zahra Universitas Islam Indonesia
  • Dendy IAIN Kerinci
Keywords: Eco-Masjid; Environmental Crisis; Indonesia; Mosque activists

Abstract

Muslim activists in Indonesia have developed many movements that seek to harmonize Islamic values with ecological awareness. This study explores how muslim-mosque activists understand the environmental crisis and how eco masjid can be the medium for conveying and raising awareness of muslim communities regarding environmental issues. This study applied a qualitative case study approach on mosque communities and muslim-mosque activists in Yogyakarta, i.e. Al Muharram Mosque to gain insight and in-depth results related to the understanding of the environmental crisis and eco masjid. The empirical data were gathered through observation and semi-structured interviews with several muslim activists from the mosque. The ’Eco Masjid’, from its various applications and as a program in general, has demonstrated a positive impact in efforts to increase public environmental awareness. Moreover, mosques can serve as a primary medium for instilling ecological values grounded in the concepts of tawhid (the unity of all creation), stewardship as khalifah on earth (trust and responsibility), and akhirah or mizan (the hereafter and balance). This is supported by the perspectives of mosque activists, who view the environmental crisis as part of humanity’s trust as khalifah, which will become both provision and responsibility in the afterlife. Through more extensive promotion of eco mosque programs, mosques have the potential to become a central medium for disseminating environmental issues, enhancing awareness not only among muslim activists within mosque communities but also generating a broader movement effect within muslim communities across Indonesia. Aktivis muslim di Indonesia telah mengembangkan berbagai gerakan yang berupaya mengharmoniskan nilai-nilai Islam dengan kesadaran ekologis. Salah satu di antaranya adalah gerakan Eco Masjid. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana para aktivis Islam memahami krisis lingkungan serta bagaimana eco masjid dapat berperan sebagai medium dalam menyampaikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat muslim terhadap isu-isu lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus komunitas masjid dan aktivis muslim di Yogyakarta, yaitu Masjid Al Muharram, untuk memperoleh pemahaman dan hasil yang mendalam terkait persepsi terhadap krisis lingkungan dan penerapan eco masjid. Data empiris dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur dengan sejumlah aktivis muslim dari masjid tersebut. Hasil penelitian menunjukkan Program Eco Masjid, terbukti memberikan dampak positif dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat. Selain itu, masjid dapat berfungsi sebagai medium utama dalam menanamkan nilai-nilai ekologis yang berdasarkan pada konsep tawhid (kesatuan seluruh makhluk), khalifah di bumi (amanah–khalifah), dan akhirah atau mizan. Hal ini didukung dengan pandangan dari aktivis masjid yang menunjukkan bahwa krisis lingkungan adalah bagian dari amanah manusia sebagai khalifah yang akan menjadi bekal dan tanggung jawab di kehidupan akhirat. Melalui promosi yang lebih masif terhadap program eco masjid, masjid berpotensi menjadi medium utama dalam penyebaran isu-isu lingkungan dan tidak hanya meningkatkan kesadaran di kalangan aktivis muslim di lingkungan masjid, tetapi juga menciptakan efek gerakan di tengah komunitas muslim Indonesia.

References

Albaker, H., Ellis, K., First, J., Herrera, D., & Muñoz, S. (2025). Knowledge, Attitudes, and Practices on Climate Change in a Muslim Community in Knoxville, Tennessee. Sustainability, 17, 6770. https://doi.org/10.3390/su17156770

Alisya Afifah Maulidina Putri Abdilllah, Aulia Vani Rahmawati, & Ubaidillah Kamal. (2024). Perubahan Iklim dan Krisis Lingkungan: Tantangan Hukum dan Peran Masyarakat. Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum, 2(2 SE-Articles), 364–375. https://doi.org/10.59581/deposisi.v2i2.3225

Bagir, Z. A., & Martiam, N. (2016). Islam Norms and practices. In Routledge Handbook of Religion and Ecology (1st Editio, p. 9). Routledge. https://doi.org/Routledge Handbook of Religion and Ecology (1st ed.)

Creswell, J. W. (2013). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (3rd editio). Pustaka Pelajar.

Davis, N. J., & Robinson, R. V. (2009). Overcoming Movement Obstacles by the Religiously Orthodox: The Muslim Brotherhood in Egypt, Shas in Israel, Comunione e Liberazione in Italy, and the Salvation Army in the United States. American Journal of Sociology, 114(5), 1302–1349. https://doi.org/10.1086/595947

Hamza, S., & Shirazi, N. (2025). The Role of Religiosity in Shaping Sustainable Behavior: A Global Perspective. American Journal of Islam and Society, 42, 42–83. https://doi.org/10.35632/ajis.v42i1-2.3604

Hidayat, E. R., Danuri, H., & Purwanto, Y. (2018). Ecomasjid: The First Milestone of Sustainable Mosque In Indonesia. Journal of Islamic Architecture; Vol 5, No 1 (2018): Journal of Islamic Architecture. https://doi.org/10.18860/jia.v5i1.4709

Hidayat, M. (2023). Islamic Eco-Theology: Religious Narratives in the Climate Crisis in Indonesia. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, 2, 18–30. https://doi.org/10.51214/biis

Khalid. (2017). Exploring Environmental Ethics in Islam: Insights from the Qur’an and the Practice of Prophet Muhammad. In J. Hart (Ed.), The Wiley Blackwell companion to religion and ecology (pp. 130–145). Wiley Blackwell.https://ebookcentral.proquest.com/lib/kxp/detail.action?docID=4833760

Komarudin, D. (UIN S. G. D. B., & Anwar, S. (Universitas I. N. B. (2024). Environmental Awareness: A Phenomenological Study of Al-Faruq and Bahrul Hidayah Islamic Boarding Schools in Bandung. International Journal of Nusantara Islam, 12(2). https://doi.org/https://doi.org/10.15575/ijni.v12i2.44051

Muizudin, M., & Azmi, S. (2023). Ekoteologi Islam dan Hindu pada Alih Fungsi Hutan: Telaah Pemikiran Seyyed Hossein Nasr dan Vandana Shiva. Inklusiva: Jurnal Studi Agama-Agama, 1, 87–104. https://doi.org/10.15408/ijsaa.v1i1.41394

Oktaviani, Z. (2023). Hadapi Perubahan Iklim Lewat Eco Masjid. Republika Online. https://khazanah.republika.co.id/berita//rvz3f33025000/copylink

Poorthuis, M. (2022). Abrahamic Religions and the Environment: Intimate Strangers? (L. Hufnagel (ed.)). IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.103913

Prabowo, H. (2017). Eco Masjid dari Masjid Makmurkan Bumi. Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia. https://doi.org/DOI: 10.31219/osf.io/renz8

Purwanto, H., Augusta Imawan, F., & Reynold, W. (2024). The Role of the “EcoMasjid” Program in Jakarta in the Development of Awareness of Eco-Friendly Living Culture. https://doi.org/10.7454/cudj.v2i1.1023

Quddus, A. (2017). Ecotheology Islam: Teologi Konstruktif Atasi Krisis Lingkungan. Ulumuna, 16(2 SE-Articles). https://doi.org/10.20414/ujis.v16i2.181

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suhendi, Umar, Zusy Aryanti, Siti Annisah, & Ahmad Syaferi. (2024). Menggerakan Wakaf Kompos; Aksi Lokal Penguatan Peran Ekologis Masjid untuk Mitigasi Perubahan Iklim. Bulletin of Community Engagement, 4(3 SE-Articles), 861–875. https://doi.org/10.51278/bce.v4i2.1697

Published
2025-12-31
Section
Articles