The Historical Approach in Muhammad Arkoun's Thought: Its Relevance to the Study of Contemporary Islamic Civilization History

  • Mami Nofrianti Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Pisdoni Mardianto Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Widia Fithri Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat
Keywords: Historical Approach, Muhammad Arkoun, History of Islamic Civilization, Contemporary.

Abstract

This paper discusses the historical approach in Muhammad Arkoun's thinking. It aims to reveal and analyze the historical approach in Muhammad Arkoun's thinking and explain its relevance to the development of contemporary Islamic Civilization History studies. This research stems from concerns about the normative and apologetic tendencies in Islamic historical writing, which necessitate a more contextual and rational critical reading. It uses a qualitative method based on literature study, specifically library research. Data was collected through searching primary and secondary sources in the form of Muhammad Arkoun's works, books, scientific articles, and relevant academic writings. Data analysis was carried out through content analysis in three stages: (1) data reduction, namely selecting and classifying the main concepts in Arkoun's thinking; (2) data presentation, by describing the findings in accordance with the frameworks of historicity, deconstruction, and interdisciplinary approaches; and (3) drawing conclusions, to assess the relevance of Arkoun's thoughts to the study of contemporary Islamic Civilization History. The results of the study show that Arkoun's thinking produced five important findings. First, the concept of textual historicity offers a new paradigm in reading Islam as an evolving socio-cultural construct, rather than a frozen dogma. Second, the deconstruction of classical Islamic historiography opens up space for criticism of ideological historical narratives and opens up opportunities for alternative historical writing from the perspective of marginalized groups. Third, Arkoun integrates the humanities—such as anthropology, linguistics, and philosophy—as the basis for an interdisciplinary approach to the study of Islam. Fourth, his thinking provides a new methodological model for education and research in Islamic Civilization History, namely Islamic history as a reflective discourse that interprets the social and cultural dynamics of the ummah. Fifth, Arkoun's historical approach became an instrument of religious reasoning reform, encouraging a transformation from closed reasoning (la raison close) to open reasoning (la raison ouverte) that is rational, dialogical, and contextual. Thus, the historical approach in Arkoun's thinking is not only a critique of classical Islamic historiography, but also provides a new direction for epistemological, methodological, and paradigmatic renewal in the development of Islamic Civilization History studies in the modern era.

Tulisan ini membahas pendekatan sejarah dalam pemikiran Muhammad Arkoun. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis pendekatan sejarah dalam pemikiran Muhammad Arkoun serta menjelaskan relevansinya bagi pengembangan studi Sejarah Peradaban Islam kontemporer. Penelitian ini berangkat dari kegelisahan atas kecenderungan penulisan sejarah Islam yang normatif dan apologetik, sehingga diperlukan pembacaan kritis yang lebih kontekstual dan rasional. Melalui metode kualitatif berbasis studi literatur, jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran sumber-sumber primer dan sekunder berupa karya-karya Muhammad Arkoun, buku, artikel ilmiah, dan tulisan-tulisan akademik yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan tiga tahap: (1) reduksi data, yakni memilih dan mengklasifikasi konsep-konsep utama dalam pemikiran Arkoun; (2) penyajian data, dengan menguraikan temuan sesuai kerangka historisitas, dekonstruksi, dan pendekatan interdisipliner; dan (3) penarikan kesimpulan, untuk menilai relevansi pemikiran Arkoun terhadap studi Sejarah Peradaban Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Arkoun menghasilkan lima temuan penting. Pertama, konsep historisitas teks menawarkan paradigma baru dalam membaca Islam sebagai konstruksi sosial-budaya yang terus berkembang, bukan dogma yang beku. Kedua, dekonstruksi historiografi Islam klasik membuka ruang kritik terhadap narasi sejarah yang ideologis dan membuka peluang penulisan sejarah alternatif dari perspektif kelompok terpinggirkan. Ketiga, Arkoun mengintegrasikan ilmu-ilmu humaniora—seperti antropologi, linguistik, dan filsafat—sebagai landasan pendekatan interdisipliner dalam studi Islam. Keempat, pemikirannya menyediakan model metodologis baru bagi pendidikan dan riset Sejarah Peradaban Islam, yaitu sejarah Islam sebagai wacana reflektif yang menafsirkan dinamika sosial dan budaya umat. Kelima, pendekatan historis Arkoun menjadi instrumen reformasi nalar keagamaan, mendorong transformasi dari nalar tertutup (la raison close) menuju nalar terbuka (la raison ouverte) yang rasional, dialogis, dan kontekstual. Dengan demikian, pendekatan sejarah dalam pemikiran Arkoun tidak hanya bersifat kritik terhadap historiografi Islam klasik, tetapi juga memberikan arah baru bagi pembaruan epistemologis, metodologis, dan paradigmatik dalam pengembangan studi Sejarah Peradaban Islam di era modern.

References

Abdullah, M. A. (2017). Islamic studies in higher education in Indonesia: Challenges, impact and prospects for the world community. Al-Jami’ah, 55(2), 391–426. https://doi.org/10.14421/ajis.2017.552.391-426

Adilah, G. (2025). Pendahuluan Muhammad Arkoun merupakan salah satu cendekiawan Muslim kontemporer. 2(2), 222–234.

Al Jufri, M. A. (2021). Reading Muhammad Arkoun Thought on The Discourse of Contemporary Qur’anic Studies: An Introduction to the Study of QS. Al-Fatihah [1]: 1-7. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 5(1), 84–106. https://doi.org/10.20885/ijiis.vol.5.iss1.art4

Ardana, F., & Sari, M. R. (2018). Pembaharuan Pemikiran Muhammad Arkoun. INA-Rxiv Papers, 32–34.

Arief, S. (2013). Mohammed Arkoun’s Thought on Methodology of Interpreting the Qur’an. Al-Zhikra Jurnal Studi Qur'an & Hadis, 2(2), 89. http://www.nber.org/papers/w16019

Arkoun, I. D. P. K. P. M., & Sumarkan. (2012). Muhammad Arkoun. 2(2012), 120–138.

Arkoun, P. M. (2022). Menakar Ulang Hermeneutika Al-Quran : Kritik Atas. 24(April), 16–28.

Batubara, M. F., Ramadhania, N., & Nasyah, R. (2025). Pemikiran Hermeneutis Muhammad Arkoun : Menafsirkan Al- Qur’an di Tengah Perubahan Zaman. 2(3), 480–487. https://doi.org/10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.186

Hariyanto, I. (2018). Hermeneutika Al-Qur’an Muhammed Arkoun. El-’Umdah, 1(2), 130–144. https://doi.org/10.20414/el-umdah.v1i2.549

Hidayati, N. (2025). Hakikat Islam Dalam Pemikiran Islam Mohammed Arkoun(Kontekstualisasi Tradisi Berpikir Kritis Terhadap Muslim Di Indonesia). Jurnal Cakrawala Ilmiah, 4(5), 646.

Imron, A. (2007). Muhammad Arkoun “Sang Pemikir Islam Modernis.” Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 8.

Imron, A. (2017). Muhammad Arkoun “Sang Pemikir Islam Modernis dan Tokoh yang Mempengaruhinya.” Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 28(2), 317–332. https://doi.org/10.33367/tribakti.v28i2.486

Laila Sari Masyhur, Dhini Anggraini, Haikal Al Fayed, & Junaida Hasibuan. (2025). Mengenal Muhammad Arkoun: Pemikiran Historisitas dan Dampak Pemikirannya terhadap Perkembangan Pemikiran Islam. Journal Education, Sociology and Law, vol.1(2), 895–886.

Latif, M., & Mutawalli, M. (2023). Fiqh of Civilization in Building a Legal State: The Relevance of Muhammad Arkoun’s Thought. Al-Ahkam, 33(2), 207–230. https://doi.org/10.21580/ahkam.2023.33.2.16643

Maharani, A. S., Ichwan, M. N., & Abdulghani, N. A. (2025). Constructing the Concept of Ahlul Kitab : A Critical Analysis of Muhammad Arkoun ’ s Thought in the Context of Interfaith Marriage Jamil 2023 ; Suyaman and Fitriah Alfiany 2022 ). The 2023 Population and Civil Registration Arkoun ’ s framework to contempo. 11(1).

Maulida Nuzula Firdaus. (2023). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title. 2(4), 31–41.

Metodologi, T., & Kontroversi, D. A. N. (2020). keilmuan tafsir menjadi bukti tentang perkembangan keilmuan dalam dunia perangkat keilmuan lain sebagai alat bantu metodologi untuk menemukan pengkaji tafsir Alquran . 1–20.

Muhammad, E., & Dan, A. (n.d.). 42-Article Text-133-1-10-20200204. 83–103.

Nugroho, A. (2019). Gagasan Pemikiran Islam Kontemporer Muhammad Arkoun. Academia.Edu. https://www.academia.edu/download/98073875/Gagasan_Pemikiran_Islam_Kontemporer_Muhammad_Arkoun.pdf

Nurita, A., & Masruhan, M. (2021). Analisis Konsep Hermeneutika Hadis Perspektif Muhammad Arkoun. UNIVERSUM :Jurnal Keislaman Dan Kebudayaan, 15(2), 1–24. https://jurnalfuda.iainkediri.ac.id/index.php/universum/article/view/712

Pemikiran Muhammad Arkoun dalam Memahami Wahyu dan Al-Quran Fairuz Hidayat, M. (2024). Mengenal Pemikiran Muhammad Arkoun Dalam Memahami Wahyu Dan Al-Quran. Fathir: Jurnal Studi Islam, 1(2), 100–119. https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/fathir/article/view/12

Prakoso, T. A. (2023). Seputar Antropologi Agama; Pandangan Tentang Islamologi Aplikatif Muhammad Arkoun. Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy, 5(2), 155. https://doi.org/10.24042/ijitp.v5i2.19810

Putra, E. A., Salsabila, T., & Masyhur, L. S. (2025). Hermeneutika Kontemporer Dalam Penafsiran Al- Qur’an : ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research, 2(1), 310–327.

Randa, S., Aini, H., & Putra, R. (2022). Menelisik Logosentrisme Pemikiran Islam (Tinjauan Terhadap Kritik Muhammad Arkoun). Jurnal Al-Aqidah, 14(2), 129–141. https://doi.org/10.15548/ja.v14i2.4715

Rasyid, R., & Djafar, H. (2020). Konsep pemikiran Mohammed Arkoun dalam aina huwa alfikr al-islāmiy al-mu’āshir. Humanika, 19(1), 43–55. https://doi.org/10.21831/hum.v19i1.30158

Raya, I. P., Thought, K., Rahman, F., & Arkoun, M. (2016). 554-1306-2-Pb. Pemikiran Fazlur Rahman Dan Muhammad Arkoun, 12, 232–262.

Rofik, M. (2002). No Title이것은 임시도서. Academy of Management Journal, 5(3), 11–143.

Saidah, A., Yunita, I., Fahmi, M., Islam, U., Sunan, N., Surabaya, A., Information, A., & Islamology, A. (2025). Relevance of Mohammed Arkoun ’ S Thought in. 18(2), 151–161.

Silalahi, M. M. H. (2024). Konstruksi Pemikiran Mohammed Arkoun Tentang Masyarakat Modern. Khidmat, 2(2), 413–421. https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/khidmat/article/view/1108%0Ahttps://ejournal.edutechjaya.com/index.php/khidmat/article/download/1108/834

Syifa Urrahmi. (2024). Konsep Wahyu Al-Qur’an dalam Perspektif Muhammad Arkoundan Nasir Hamid Abu Zayd. Al-Qolamuna: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 3(1), 2018–2236.

Tambunan, S. F. (2003). Antara Islam dan Barat : Pandangan Mohammed Arkoun Mengenai Kemodernan Pengantar Riwayat Hidup Mohammed Arkoun. Masyarakat Dan Budaya, 5(2), 76–92.

Thahir, L. S. (2002). Kritik Sakralisasi Pemikiran Keagamaan (Mengkaji Pemikiran Muhammed Arkoun). In Tarjih (pp. 70–81).

Utomo, S. T., Marhumah, M., Karwadi, K., & Suwandi, M. A. (2023). Magnum Opus of Mohammed Arkoun; Cultural Resilience Amidst Pluralism. International Journal Ihya’ ’Ulum Al-Din, 25(2), 177–187. https://doi.org/10.21580/ihya.25.2.18235

Zahratana, A., & Khovivah, N. (2022). Rekonstruksi Metode Penafsiran al-Qur’an Menurut Muhammad Arkoun. Mozaic: Islamic Studies Journal, 1(1), 18–27. https://doi.org/10.35719/mozaic.v1i1.1576

Published
2025-11-18
Section
Articles