Pemikiran Hermeneutika Muhammad Syahrur Tentang Konsep Jilbab dalam Al-Qur’an

Main Article Content

Neny Muthi'atul Awwaliyah

Abstract

Awal abad ke-19 merupakan titik awal kebangkitan dunia Arab. Keinginan kuat untuk bangkit yang disebut dengan “ledakan modernitas”. Kesadaran untuk melakukan introspeksi diri terhadap kesalahan yang mereka lakukan selama ini dan berusaha mengembalikan kejayaan Islam yang pernah diraih pada masa Dinasti Abbasiyah yang sering disebut dengan "The Golden Age of Islam". Salah satu bentuk merespon atas kejumudan ilmu pengetahuan dalam studi keislaman adalah dengan bermunculannya para akademisi atau pengkaji dengan berbagai pembaharu yang diusungnya. Salah satu diantara mereka adalah M. Syahrur. Beliau  adalah tokoh pembaharu ternama dalam dunia penafsiran terhadap al-Qur’an dan hadis. Terobosan yang dilakukan dalam melakukan reinterpretasi terhadap nash menjadikan beliau sebagai barometer analisis-analisis dalam menelaah nash-nash al-Qur’an dan Hadits. kerangka pemikiran yang empiris melalui pendekatan teori hudud yang digunakan sebagai sebuah pendekatan dalam menafsirkan al-Qur’an menjadikan beliau sebagai tokoh Islam progresif yang mencoba melepaskan diri dari pengaruh hegemoni penafsiran klasik yang dianggapnya tidak lagi mampu menjawab persoalan realitas masyarakat yang cukup dinamis. penelitian ini akan berfokus pada cara pandang Syahrur dalam melakukan penafsiran ulang terhadap konsep jilbab dalam al-Qur’an. Penelitian ini akan berupaya mengungkap perbedaan penafsiran Syahrur dengan ulama klasik dan bagaimana bentuk relevansinya dengan realitas masyarakat kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Awwaliyah, N. M. (2019). Pemikiran Hermeneutika Muhammad Syahrur Tentang Konsep Jilbab dalam Al-Qur’an. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 1(2), 213-239. https://doi.org/10.32939/ishlah.v1i2.37
Section
Articles

References

Al-Qur’an al-Karim
Mustaqim, Abdul. (2007). Epistemologi Tafsir Kontemporer (Studi Komparatif antara Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur. Disertasi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Ismail, Acmad Syarqawi. (2003). Rekonstruksi Konsep Wahyu Muhammad Syahrur, Yogyakarta: elSAQ Press.
Nur, Agus Waluyo. (2006). Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam: Studi atas Signifikansi Pemikiran Muhammad Syahrur, Al-Mawarid. XV.
Al-Ashfahani,Al-Raghib. (2008). Mu’jam Mufradat Alfaz al-Qur’an. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Hidayat, Arifin. (2017). Metode Penafsiran Al-Qur’an Menggunakan Pendekatan linguistic: Telaah Pemikiran M. Syahrur. Jurnal Madaniyah, 7 (2).
Imam Musbikin. (2016). Istanhiq al-Qur’an. Cet.I;Madiun: Jaya Star Nine.
Al-Baqiy, Muhammad Fu’ad ‘Abd, Mu’jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur’an. t.tp: Dar al-Hadis, t.p.
Muhammad Syahrūr. (2000). Al-Kitāb wa al-Qur’ān; Qirā’ah Mu’āsirah, Cet. IV, Damsiq: Shirkah al-Matbū’ah al-Ahālī li al-Tauzi’ wa al-Nash.
Nasaruddin Umar. (2014). Deradikalisasi Pemahaman al-Qur’an dan Hadis, Jakarta: PT Elex Komputindo.
Abu Zayd,Nashr Hamid. (1999). Dawa ir al-Khawf: Qira’ah fi Khithab al-Mar’ah. Beirut: al-Markaz al-Tsaqafi al-‘Arabi.
Fitria,Vita. (2011). Komparasi Metodologis Konsep Sunnah Menurut Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur: Perspektif Hukum Islam, Jurnal Asy-Syir’ah, 45 (2).