Membangun Ecotheology Qur’ani : Reformulasi Relasi Alam dan Manusia dalam Konteks Keindonesiaan

Main Article Content

Marjan Fadil

Abstract

Penelitian ini menunjukkan hakikat penting relasi manusia (makhluk) dan alam dengan mengedepankan nilai agama Islam. Komponen alam ini terdiri dari hewan, air, tanah dan udara. Prinsip ecotheology ini membangun doktrin kepedulian umat muslim terhadap lingkungan, karena lingkungan telah menjadi isu penting dan sangat mengkhawatirkan pada masa sekarang. Terdapat pedoman penting yang harus diperhatikan dalam ecotheology Qur’ani ini, yakni pilar ketauhidan, khilafah, dan akhīrah (akuntabilitas). Prinsip ini dieksplorasi dari nilai-nilai yang telah diajarkan di dalam al-Qur’an dengan mengedepankan prinsip teologi. Hasil ini diharapkan mampu mengarusutamakan kembali perhatian umat Islam terhadap alam yang telah abai dengan ciptaan Tuhan dan berdampak pada upaya umat Islam mencegah, menjaga serta melestarikan segala ciptaan Tuhan, melalui pola pikir ataupun tindakan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Marjan Fadil. (2020). Membangun Ecotheology Qur’ani : Reformulasi Relasi Alam dan Manusia dalam Konteks Keindonesiaan. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 1(1), 84-100. https://doi.org/10.32939/ishlah.v1i1.25
Section
Articles

References

Abdillah, M. (2001). Agama Ramah Lingkungan: Perspektif al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.
Agus, C. (2019). Jagat Biru Rahayu Lingkungan dan Kehidupan Bermartabat. Yogyakarta: UGM Press.
Baalbaki, R. (1995). Al Mawrid a Modern Arabic-English Dictionary. Beirūt: Dār al-'Ilm lī al-Malāyin.
Borrong, R. P. (2003). Etika Bumi Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Ekpenyong, E. O. (2013). ISLAM AND GLOBAL ECOLOGICAL CRISIS: AN ECO-THEOLOGICAL REVIEW. International Journal of Asian Social Science, 3(7), 1591-1596.
Hamka. (2001). Tafsir Al-Azhar (Vol. 1). Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd.
Hollander, J. (2003). The Real Environmental Crisis: Why Poverty, Not Affluence, Is the Environment’s Number One Enemy. Los Angeles: University of California Press.
Marjorie Hope and James Young. (1994). Islam and Ecology. Nature as Thou: EcoTheology, 180-192.
Pusat Pengajian Islam UNJ. (tth). "Fatwa Majelis Ulama Indonesia" Pelestarian Satwa Langka untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem. Jakarta: Pusat Pengajian Islam (PPI) Universitas Nasional.
Quddus, A. (2012). Teologi Konstruktif Atasi Krisis Lingkungan. ULUMUNA: Jurnal Studi Keislaman, 16(2), 311-346.
Shihab, M. (2005). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an (Vol. 1, 5, 7). Tangerang: Lentera Hati.
Shihab, M. (2007). "Membumikan" Al-Quran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Jakarta: Mizan.
Subdirektorat Statistik Lingkungan Hidup. (2016). STATISTIK LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA 2016. Jakarta: Badan Pusat Statistik/BPS – Statistics Indonesia.
Wora, E. (2006). Perenialisme:Kritik atas Modernisme & Postmodernisme. Yogyakarta: Kanisius.