Dakwah Islamiah dan Usaha Mengatasi Akhlak yang Buruk

Main Article Content

Ahmad Zuhdi

Abstract

Dakwah Islam hakikatnya adalah menyampaikan pesan pesan samawi melalui al-Quran untuk mendidik umat manusia selain dari pembelajaran tentang cabang-cabang ilmu yang ada, tujuan hakikinya adalah bagaimana upaya membentuk kepribadian seseorang, sehingga mereka memiliki kesempurnaan akhlak. Akhlakul karimah merupakan wujud konkret keimanan dan keislaman paripurna seorang Muslim. Akhlakul karimah dalam arti  luas adalah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada al-Quran dan Sunnah sebagaimana yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Akhlakul karimah terbukti efektif dalam menuntaskan suatu permasalahan serumit apa pun. Akal dan nurani setiap manusia dapat dilihat dan dinilai melalui tingkah laku yang biasa ia tampakkan dalam keseharian. Dengan kata lain, akhlak merupakan suatu takaran yang digunakan untuk menilai atau mengevaluasi ketinggian akal dan nurani seseorang. Akhlak akan menjadi milik siapa saja yang secara konsisten dan sungguh-sungguh dalam memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam. Siapa saja yang berhasil menjadikan akhlakul karimah sebagai karakter dalam dirinya akan menjadi orang yang paling beruntung, baik di dunia maupun di akhirat. Generasi yang berakhlak tidak memerlukan pencitraan apalagi memaksakan kehendak. Baginya, kepentingan publik jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi dan golongannya. Usaha dan upaya mengatasi perilaku buruk atau akhlak buruk merupakan tanggung jawab bersama, dengan melakukan berbagai pendekatan dan cara, secara individu maupun koletif, formal dan nonformal. Sehingga misi keummatan yang aman dan tentram dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan oleh semuanya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Zuhdi, A. (2020). Dakwah Islamiah dan Usaha Mengatasi Akhlak yang Buruk . Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 1(1), 52-65. https://doi.org/10.32939/ishlah.v1i1.24
Section
Articles

References

ad-Damsyiqi, I. H.-H.-H. (2008). Asbabul Wurud I (10 ed.). (H. S. Salim, Trans.) Jakarta: Kalam Mulia.
al-Asqalany, A.-H. I. (2008). Bulugul Maram min Adilatil Ahkaam. Tasik Malaya: Pustaka al-Hidayah.
Ali, L. (1997). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
al-Khandalawi, M. M. (tt). Muntakhab Ahadits, Tuntuan Sifat-Sifat Mulia Para Sahabat Nabi SAW. (M. Sayani, Trans.) Pustaka Ramadhan.
al-Rahlawi, A. A. (1979). Uṣul al -Tarbiyah al-islam wa Asālibuha. Beirut: Darl Fikri.
Aulia. (2019). Sahabat. Kerinci: Simpang Belui.
Azwan, H. (1993). Rahasia Mengenal Diri. Selangor: Cita Khidmat.
Daud, M. (1993). Terjemahan Hadis Sahih Muslim. Jakarta: Widjaya.
Hamka. (1983). Iman dan Amal Saleh. Kuala Lumpur: Pustaka Melayu Baru.
Hamka. (1994). Jakarta: Bulan Bintang.
Hasjmy, A. (1994). Dustur Dakwah menurut Al-Quran. Jakarta: Bulan Bintang.
Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran. (2012). Tafsir al-Quran Tematik, Spritualitas dan Akhlak. Jakarta: Aku Bisa.
Lari, S. M. (2006). Etichs and Spritual Grawth. (A. M. D, Trans.) Bandung: Pustaka Hidayah.
Madjid, N. (1993). Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang. Jurnal Kebudayaan dan Peradaban Ulumul Quran, 4, 1.
Mahjudin. (1991). Kuliah Akhlak-Tasawuf. Jakarta: Kalam Mulia.
Natsir, M. (2000). Fiqhud Dakwah. Jakarta: Yayasan Capita Selekta.
Nawawi, H. (1993). Pendidikan Dalam Islam. Surabaya: Al-Ikhlas.
Salleh, A. b. (1995). Pendidikan Islam, Dinamika Guru (Vol. 3). Selangor: Fajar Bakti.
Salmadanis. (2004). Daʻi dan Kepemimpinan . Jakarta.
Sunata, I. (2017). Konsep Dakwah dalam Memelihara dan Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan (Studi Kasus di Kabupaten Kerinci). Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 2, 2, 43-57.
W.J.S Poerwadarminta, :. (1976). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Zainuddin Hamidy, d. (1992). Terjemah Hadist Shahih Bukhari. Jakarta: Widjaya.
Zakiah Derjat, J. :. (1985). Membina Nilai Moral di Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang.