Dakwah Sirriyah dan Jahriyah Perspektif Al-Quran

Main Article Content

Ivan Sunata
Aan Firtanosa

Abstract

Dakwah merupakan kegiatan penyebarluasan ajaran agama Islam, pelakunya disebut daʻi. Berdasarkan nash Al-Quran, kata daʻi pertama kali digunakan untuk Allah, Iblis, baru setelah itu Rasulullah SAW. Saat mengemban misi Allah SWT tersebut, Rasulullah SAW pertama kali melaksanakannya dengan cara sembunyi-bunyi, karena selain Islam adalah agama baru yang ajaranya intinya adalah mentauhidkan Allah SWT, dakwah Nabi Muhammad juga mendapat penolakan dari kaum kafir Quraisy. Lima sebab yang mendorong keras orang-orang Quraisy menentang seruan Islam, yaitu: 1) Mereka tidak dapat memilah dan memisahkan antara kenabian dengan kekuasaan. Mereka beranggapan bahwa mengikuti seruan Muhammad berarti menyatakan diri tunduk dan taau kepada Bani Abdul Muthalib. 2) Nabi Muhammad mengkampanyekan persamaan hak dan kedudukan antara kalangan bangsawan dan hamba sahaya. 3) Para pemuka Quraisy tidak terima ajaran Nambi Muhammad tentang kebangkitan dan pembalasan di alam akhirat. 4) Taklid  kepada ajaran dan kepercayaan nenek moyang adalah kebiasaan yang sudah mengakar pada bangsa Arab. 5) Pemahat dan pedagang patung beranggapan bahwa Islam sebagai agama yang menghambat rezeki mereka. Setelah itu, dengan semakin banyaknya penganut agama Islam, serta jaminan keamanan dari beberapa sahabat, Nabi Muhammad secara berangsur berdakwah dengan cara terbuka atau terang-terangan.  

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ivan Sunata, & Aan Firtanosa. (2020). Dakwah Sirriyah dan Jahriyah Perspektif Al-Quran. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 1(1), 24-36. https://doi.org/10.32939/ishlah.v1i1.23
Section
Articles

References

al-Ghadban, M. M. (1992). al-Manhaj al-Haraki lis-Sirati al-Nabawiyah. (A. R. dkk, Trans.) Jakarta: Robbani Press.
Al-Maraghi, A. M. (1992). Tafsir al-Maragi. Semarang: Toha Putra.
Antonio, M. S. (2011). Manajemen Dakwah. Jakarta: Tazkia Publishing.
Hamka. (1989). Tafsir al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.
Ilaihi, W. (2007). Pengantar Sejarah Dakwah. Jakarta: Kencana.
Latief, H. N. (2010). Teori dan Praktik Dakwah Islamiyah. Jakarta: PT. Firma Dara.
Ma’luf, L. (1989). al-Munjid fi al-Lugaḥ. Beirut: Dār al-Masyriq.
Mahali, A. M. (1988). Asbāb al-Nuzūl (Studi Pendalaman Al-Quran). Yogyakarta: Rajawali Pers.
Mahfuz, A. (1989). Hidayat al-Mursyidin Ila Thuruq al-Wa'ziwa al-Khitabah. Beirut: Dar al-Ma'arif.
Munir, M. (2009). Manajemen Dakwah. Jakarta: Rahmad Semesta.
Nasution, F. (2013). Rasulullah SAW sebagai Ṣahibu al-Daʻwah (Analisis Sejarah Dakwah pada masa Rasulullah SAW). Jurnal Hikmah, VII, 136-156.
Oktavika, D. A. (2012, Juni Senin). Retrieved 8 Jumat, 2019, from https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/04/m52isj-inilah-periode-awal-dakwah-rasulullah-saw
Shaleh, K. (2009). Asbabun Nuzul (Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat Al-Quran). Bandung: CV. Diponegoro.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Miṣbah. Jakarta: Lentera Hati.
Yatim, B. (2004). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Yunus, M. (1989). Kamus Arab Indonesia (Vol. 127). Jakarta: PT. Hidakarya Agung.