Strategi Diplomasi Indonesia dalam Pembebasan Papua Tahun 1949-1963

Main Article Content

Berlian Susetyo
Ravico

Abstract

Masa perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam upaya pembebasan Papua menjadi agenda besar dalam penghapusan kolonialisme. Sehingga upaya diplomatik dilakukan baik itu diplomasi terbuka maupun tertutup. Untuk menjawab permasalahan tersebut dilakukan penelitian sejarah dengan menggunakan langkah-langkah metode penelitian yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian meliputi diplomasi terbuka dengan cara melalui sidang umum PBB tahun 1954-1957, Konferensi Asia-Afrika 1955 dan kebijakan kofrontasi. Selanjutnya Diplomasi Tertutup melalui diplomat Amerika Serikat Ellsworth Bunker yang diperintah langsung oleh Sekjen PBB U Thant, usulan ini menjadi jalan keluar menuju perdamaian untuk menghentikan perselisihan antara Indonesia dan Belanda atas masalah Papua.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Susetyo, B., & Ravico. (2020). Strategi Diplomasi Indonesia dalam Pembebasan Papua Tahun 1949-1963. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 2(1), 112-126. https://doi.org/10.32939/ishlah.v2i1.14
Section
Articles
Author Biography

Ravico, IAIN Kerinci

Dosen Sejarah Peradaban Islam IAIN Kerinci

References

Abdurahman, D. (2007). Metodologi Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Cholil, M. (1979). Sejarah Operasi-operasi Pembebasan Irian Barat. Jakarta: Departemen Pertahanan Keamanan Pusat Sejarah ABRI.
Djaja, W. (2015). Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Ombak.
Gottschalk, L. (1985). Mengerti Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Irwanto, D. & Syair, A. (2012). Metodologi Sejarah dan Historiografi. Palembang: Proyek SP4 Universitas Sriwijaya.
Karseno. (2011). Dinamika Politik Indonesia dalam Perjuangan Diplomasi Pembebasan Irian Barat, 1949-1963. Jurnal Sejarah Citra Lekha, XV (1).

Poesponegoro, M.D. & Notosusanto, N. (2008). Sejarah Nasional Indonesia VI: Zaman Jepang dan Zaman Republik. Jakarta: Balai Pustaka.
Ridhani, R. (2009). Mayor Jenderal Soeharto: Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Rochmat, S. (2009). Ilmu Sejarah Dalam Perspektif Ilmu Sosial. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Roy, S.L. (1995). Diplomasi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Sefriani. (2016). Peran Hukum Internasional dalam Hubungan Internasional Kontemporer. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Setyawan, A.A & Darlis, A.M. (2011). Resimen Pelopor: Pasukan Elit yang Terlupakan. Yogyakarta: Matapadi Presindo.
Suryohadiprojo, Sayidiman. (1996). Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. Jakarta: Intermasa.
Syarifuddin. (2017). Buku Ajar Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Pasca Sarjana UNJ Press.
Usman MHD, S. & Din, I. (2010). Pasang Surut Sejarah Papua dalam Pangkuan Ibu Pertiwi. Jakarta: Planet Buku.
Wisnumurti, Nugroho. (1998). Politik Luar Negeri Indonesia Bagi Terciptanya Perdamaian dan Keamanan Dunia Melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa. Jurnal Ketahanan Nasional, III (1)